0


 



Makna  Iket Sunda



    Tersurat           : Salah Satu Produk yang diciptakan dan dipakai leluhur Bangsa Sunda sebagai ciri khas budayanya.



    Tersirat            : Simbolisasi dari karakter ,filosofi dan estetika.



 



Filosofi Dasar



    Mengikat hawa nafsu diri dengan sebuah produk pakai.



 



Fungsi Dasar



• Merapihkan Rambut



• Melindungi Kepala dari cuaca panas, hujan dan Lingkungan



• Membawa Barang



• Pelindung Badan.



 



 



PENGERTIAN DASAR ; IKET KEPALA ; IKET SUNDA



 



Iket kepala adalah selembar kain (atau material lainnya) yang dipakai dibagian kepala manusia sebagai pemenuhan fungsi tertentu.  Fungsi dasar adalah melindungi kepala dari cuaca luar (hujan/ panas) dan fungsi lainnya adalah agar bisa berpenampilan ingin lebih  rapih, bersih (berseka) atau ingin mengekspresikan sesuatu ; ekspresi budaya, karakter, simbol dan lain sebagainya.



Selain itu Iket Sunda mempunyai fungsi-fungsi lainnya terutama hal simbolisasi, pemaknaan juga sebagai media untuk mem-visualisasikan (memperlihatkan) filosofi, keluhungan budi pekerti budaya sunda secara siloka, sandi ,kode melalui rupa (bentuk) iket, juga melalui warna dan motif iket yang dipergunakan.



Berbagai pengertian telah ditentukan berkenaan dengan dasar pengertian iket sunda ini, hal diatas setidaknya adalah sebagai salah satu pengertian yang dikeluarkan oleh komunitas iket sunda.



Pengertian lebih tepat dan berdasar argumen yang kuat, tentunya diperlukan penelusuran sejarah, data serta analisa mendalam oleh para peneliti ilmiah di lembaga pendidikan serta data dari para pemangku adat yang menjaga produk  warisan leluhur sunda ini.



 



 



IKET SUNDA MASA BIHARI (bihari =masa lampau/ jaman dahulu)



 



Iket sunda berfungsi sebagai iket kepala /penutup kepala dan juga sebagai alat membawa benda/barang dengan cara digendongkan  atau sebagai pengikat (tali). Dari cerita orang tua, legenda rakyat dan informasi dari perguruan-perguruan silat, kain iket juga bisa dipergunakan sebagai senjata, tentunya dengan metode keilmuan tertentu.



Di beberapa kampung adat sejak jaman dahulu dan masa kini, iket sunda masih terjaga dari segi penggunaannya terutama pada saat acara; upacara adat atau acara perayaan kampung, sehingga iket sunda ini memberikan suasana yang menarik, unik dan meriah…; dipakai oleh tuan rumah maupun pengunjung luar ;terlihat beraneka bentuk dan motif di setiap acara/ event di kampung adat sunda.



Dari beberapa naskah, foto dokumentasi sejarah serta cerita turun temurun, bentuk iket, warna, motif kain, dapat dipergunakan sebagai penyampaian simbol-simbol yang mendukung pemaknaan upacara-upacara tertentu. Tentunya ini merupakan pembuktian bahwa leluhur nusantara pada jaman kerajaan dahulu telah mencapai tingkatan kesejahteraan tinggi sampai ke pelosok desa/kampung sehingga masyarakatnya mampu melaksanakan pemaknaan simbol-simbol /filosofi dan kebijakan aturan yang diaplikasikan ke dalam bentu seni ;gerak (tarian) , musik, seni visual (pakaian, hiasan rumah, senjata, dsb), dan bukti peninggalan nya tersebar di berbagai daerah di nusantara ini tidak hanya di tatar sunda.



 



Rangkuman dari hal diatas adalah bahwa iket sunda pada jaman kerajaan sunda dahulu merupakan ciri khas produk budaya yang sangat populer dan mempunyai fungsi beragam, sebagai fungsi pakai maupun media penyimpan esensi filosofi luhung adat budaya masyarakat, dan semua ini masih terpelihara baik di beberapa kampung adat sunda yang bisa kita lihat secara langsung juga ada beberapa bentuk dan filosofi yang sengaja disembunyikan sebagai salah satu ajen (penghargaan) pada titip waris para leluhur yang tentunya sarat dengan konsep dan tujuan-tujuan luhung tertentu.



Ciri khas lainnya dari iket buhun (masa bihari) adalah dari umur kainnya yang kadang ada dan masih terjaga kelestariannya , berumur ratusan tahun. Iket kuno ini sangat bernilai sejarah karena dapat dijadikan bukti sejarah kampung adat itu sendiri dan menjadi petunjuk data dokumentasi beberapa peristiwa yang diceritakan turun temurun berkaitan dengan iket sunda tersebut. Bisa disimpulkan bahwa iket sunda bisa juga dijadikan penyimpan data sejarah, dengan metode visual maupun dengan metode lainnya.



 



 



STRUKTUR VISUAL IKET SUNDA



 



Bentuk lembar kain untuk iket sunda adalah berbentuk segi empat sama sisi /bujursangkar. Warna kain ada yang polos biasanya warna putih atau hitam. Beberapa kampung adat kain iketnya sudah memakai motif tertentu, kemungkinan dimulai ketika jaman mulai pembuatan batik di nusantara, dan sampai sekarang kain iket bermotif batik ini masih dipakai sebagai ciri khas iket kampung adat.



Motif yang terdapat di kain iket mempunyai bagian khas yaitu ;




  1. Bagian motif PAGER ;sekeliling sisi kain diberi motif tertentu untuk estetika maupun pemaknaan.


  2. Bagian MODANG  ;bentuk kotak bujursangkar, dengan posisi diagonal terhadap sisi tepi kain (lihat gb.01)


  3. Bagian WARUGA  iket ; area yang kosong di selain bagian pager dan modang kadang hanya warna polos saja, juga kadang diberi motif tertentu, di seni batik, biasanya semua bagian kain di penuhi motif yang gambarnya bermacam jenis berisi simbol-simbol dan kode-kode filosofi maupun catatan sejarah-cerita tertentu.


  4. Bagian JURU; adalah bagian sudut pertemuan pager; di beberapa motif iket diberi aksen gambar, berupa logo ,simbol atau bentuk pemaknaan yang mencirikan hal tertentu; bagian ini hanya di beberapa iket kuno saja, dan dikembangkan saat ini di beberapa desain iket untuk organisasi tertentu.



 



Ke-empat komponen diatas tentunya tidak semua ada di iket kampung adat sunda, malah ada yang hanya polos saja (kampung adat baduy dalam/ kampung adat Dukuh) atau iket batik ciri khas kanekes baduy luar, tidak memakai bagian modang, hanya motif batik di bagian pager dan waruga -nya saja. 



 



 



 



VISUAL (GAMBAR/MOTIF) IKET SUNDA



 



Secara umum motif yang terdapat di iket sunda adalah sebagai berikut:



 



 Amotif /Polos (tanpa motif) ;



Kampung Adat Kanekes,Kampung adat Dukuh, tatar sunda kulon, sampai saat ini memakai kain polos sebagai ciri khasnya; kain hitam biasanya dipakai unuk sehari-hari dan kain putih untuk upacara tertentu .Kain putih (pangsi/pakaian khas sunda dan iket kepala) menjadi ciri khas baduy dalam. (lihat gbr 02)



 



Motif batik ;



Batik tulis, batik cap, batik print (babatikan) ; dari sejak jaman kerajaan /kesultanan masa lalu, iket kepala dengan memakai motif teknik batik sangat populer, sampai saat ini banyak peninggalan iket sunda batik kuno dengan desain dan motif yang sangat indah. Ciri khas motif batik sunda sama dengan batik sunda pada umumnya, seperti motif garutan, tasik, cirebonan, indramayu, kuningan, dsb. (lihat gbr 03)



 



Motif Kontemporer ;



Saat ini mulai banyak di ciptakan inovasi2 baru dalam membuat motif iket sunda, inovasi dari segi teknik produksinya maupun dari reka rupa motifnya. Beberapa teknik produksi yang sudah dilakukan adalah; lukis kuas seperti melukis di kanvas lukisan, media kain iket dengan motif klasik maupun motif modern ; sablon, teknik cetak saring (screen printing) , teknik discard (cabut warna) ; teknik tiedye  (ikat celup) , dan berbagai teknik lainnya sehingga secara visual, iket sunda kontemporer ini semakin kreatif dan beragam.



 



Motif dan identitas (penamaan: IKET CIRI)



Tidak dapat dipungkiri lagi saat ini iket sunda menjadi ciri khas organisasi terutama di tatar parahyangan, sebab kreatifitas masyarakat saat ini tak dapat dibendung lagi, selalu mencari hal hal baru, budaya semakin berkembang dan semakin banyak pilihan ; kini iket sunda juga berfungsi sebagai ciri khas sebuah organisasi. Atau Komunitas yang mempunyai satu tujuan, terutama di kawasan kasundaan.



 



Motif Kolaborasi ;



Semakin derasnya arus teknologi informasi memungkinkan terjadinya percampuran motif antar daerah/ budaya, ditambah lagi karakter sunda yang someah  (terbuka) menghasilkan percampuran /kolaborasi motif klasik dengan beberapa motif kekinian (kontemporer) ;motif sunda dengan motif budaya lainnya (jawa, padang, bali, indian, cina, eropa, dsb) .Tentunya hal ini masih dianggap tabu oleh beberapa kalangan, ada kekhawatiran makin hilangnya ciri khas asli motif sunda, hal ini bisa diantisipasi dengan menjaga esensi filosofi nya walaupun secara visual berubah beberapa bagian. Perpaduan tentunya bukan sesuatu yang negatif, kalau ditinjau dari makna dasar iket adalah “ikatan” ,maka saling mengaitkan diri dengan budaya lainnya itu malah mempertegas makna ‘iket sunda’ itu sendiri,… semoga hal ini tetap terjaga.



 



Ke-lima pembagian diatas tentunya kedepannya akan bisa bertambah, dikarenakan produk budaya akan terus berkembang. Apapun bentuk motif yang dipakai di iket sunda tidaklah menjadi batasan yang terlalu mengikat, yang penting esensi filosofi dan karakteristik dasar nya tak berubah yaitu karakter khas sunda yang SILIH ASIH SILIH ASAH SILIH ASUH, SILIH WANGI.



 



 



 



 



RUPA IKET



 



 



Pembagian jenis Rupa Iket :



1.   RUPA IKET BUHUN



2.   RUPA IKET KIWARI/ REKAAN



3.   RUPA IKET PRAKTIS



4.   RUPA IKET WANOJA



5.   RUPA IKET BARINGSUPAGI (KOLABORASI)



 



 



1. RUPA IKET BUHUN



Buhun: Rupa Iket yang sudah ada dari jaman dulu



 



Barangbang Semplak



Udeng



Kolé Nyangsang



Ki Parana



Parékos Jéngkol



Pa’Tua



Parékos Nangka



Babaréngkos



Julang Ngapak



Iket adat Kampung Naga – 1



Koncér



Iket adat kampung Naga -2



Kuda Ngencar



Iket adat Kampung Dukuh



Porténg



Iket adat Kampung Kuta



Lohén



Iket adat kampung Cikondang



Buaya Ngangsar



Iket adat Rancakalong



Duk Liwet



Iket karahayuan Panjalu



Kebo Modol



Parékos Gedang



 DLL



 



2. RUPA IKET KIWARI/ REKAAN



Rekaan: Hasil Kreasi Baru dari masyarakat



 



 



Makuta Wangsa



Hanjuang Nangtung



Walangsungsang



Kidang Pananjung



Jagasatru



Parékos Gunung Tilu



Tambak Baya



Kujang dua papasangan



Manikmaya



Amparan Sajodo



Maung Leumpang



Batu Amparan



Candra Sumirat



Hanjuang Nangtung



Ki Paharé



Kidang Pananjung



Hanjuang Nangtung



Parékos Gunung Tilu



 



dll



 



 



 



3. RUPA IKET PRAKTIS



Jenis Iket yang dikaput/ dijahit ,sudah berbentuk rupa iket tertentu (seperti topi/ peci)



 




  • Iket Praktis Utuh (dibuat dari bahan kain yang utuh segi empat)


  • Iket Praktis Misah (dibuat dari bahan kain yang dipola/ terpisah)


  • Iket Semi Praktis (kain dijahit membentuk segitiga lipatan)



 



 



4. RUPA IKET WANOJA



Jenis Iket yang diciptakan untuk wanoja/perempuan dengan bentuk lebih feminim



 



 



5. RUPA IKET BARINGSUPAGI (KOLABORASI)



Jenis Iket yang diciptakan dengan paduan budaya lain; jawa, batak, bali, eropa, china, dsb ,juga dipadukan dengan asesoris tertentu sehingga menjadi bentuk iket yang baru (inovatif)





Copyright © 2012 myPangandaran